Cara Bangun Rumah Sesuai Syariah

Cara Bangun Rumah Sesuai Syariah

Memiliki rumah merupakan impian setiap keluarga, karena itu jika sesorang telah berkeluarga, mereka pasti menginginkan memiliki rumah sendiri. Tapi di era modern seperti sekarang ini untuk membangun atau memiliki rumah sangat dimudahkan dengan banyaknya fasilitas KPR. Apalagi sekarang banyak bermunculan dari program pemerintah tentang KPR bersubsidi. Maka banyak orang berlomba-lomba untuk mengajukan KPR.

Tapi mungkin anda pernah berpikir dengan jangka waktu KPR yang bisa 10-20 tahun terasa sangat memberatkan Anda untuk mencicil angsuran bulanannya. Bunga yang dibebankan ke konsumenpun tertasa sangat besar. Apalagi jika terjadi keterlambatan pembayaran maka Anda akan dikenakan denda sesuai dengan aturan KPR yang telah Anda setujui. Maka ini terasa sangat memberatkan Anda, apalagi ketika kita berbicara tentang syariah Islam. Proses KPR yang sekarang ini banyak mengandung Riba dan riba sangat dilarang dilakukan dalam ajaran Agama Islam.

Pernahkah Anda mendengar atau mengetahui cara bangun rumah sesuai syariah? Jika belum, sekarang ini telah banyak developer perumahan yang mengembangkan konsep syariah. Jadi ini akan membuat hati Anda tenang tanpa khawtir dengan konsep riba yang terdapat pada KPR saat ini. Karena itu pada kesempatan kali ini, Kami akan menjelaskan bagaimana konsep membangun rumah sesuai syariah di bawah ini.

Cara Bangun Rumah Sesuai Syariah

Konsep KPR tanpa riba masih kurang dipahami kebanyakan orang. Kebanyakan orang menganggap bahwa ketiadaan bunga (interest) sudah merupakan pemahaman yang benar tentang konsep tanpa riba.

Padahal Riba bisa muncul dari aktivitas lainnya yang terkadang tidak banyak disadari oleh masyarakat. Sebenarnya bukanlah hanya konsep tanpa riba saja yang perlu dipahami oleh masyarakat. Masih terdapat beberapa pemahaman lain yang harus dengan jelas dipahami. Tujuannya agar masyarakat tidak terjerumus pada aktivitas riba secara tidak sadar karena tidak adanya pengetahuan.

Maka dari itu kami akan menjelaskan konsep yang diterapkan oleh pengembang properti berbasis syariah berikut ini.

Konsep Tanpa Riba

Riba merupakan salah satu hal yang dilarang dalam agama Islam untuk diterapkan dalam kehidupan. Tetapi kebanyakan pengembang perumahan sekarang ini telah menerapkan riba yang sangat terang-terangan. Dan telah dipahami banyak muslim di Indonesia. Maka dengan adanya bangun rumah dengan konsep tanpa riba akan membuat Anda terhindar dari hal yang dilarang dalam Islam.

Akan tetapi konsep transaksi bebas unsur riba pada pemilikan rumah adalah sesuatu hal yang baru. Bahkan ketika pertama kali dijalankan dianggap hal yang mustahil. Akan tetapi seiring dengan berjalannya waktu konsep membangun rumah bebas riba telah menjadi solusi bagi mereka sungguh-sungguh dan totalitas dalam berikhtiar.

Konsep Tanpa Bank

Selain menerapkan konsep tanpa riba dalam membangun rumah sesuai syariah, maka Anda harus mencari pengembang perumahan yang juga menerapkan konsep tanpa bank. Karena adanya peran Bank pada unsur jual beli rumah dapat menjerumuskan kita kepada Riba. Yang secara tidak langsung, Anda mendanai Bank yang telah menjalankan sistem Riba yang sudah Anda pahami.

Dengan menerapkan Konsep Tanpa Bank atau dengan meniadakan peranan perbankan dalam aktivitas pembiayaan dan transaksi lainnya yang bersinggungan dengan hal yang prinsip serta membahayakan aqidah.

Konsep Tanpa Denda

Konsep ketiga yang menjadi pembeda dengan KPR yang ada saat ini adalah Konsep Tanpa Denda. Carilah pengembang yang menerapkan konsep tanpa bunga, tanpa bank dan ketiga adalah tanpa denda. Banyak orang telah memiliki pandangan yang keliru tentang denda. Dalam konteks transaksi pemilikan properti konvensional pada umumnya, denda terjadi sebagai konsekuensi yang harus ditanggung oleh konsumen. Ini dikarenakan adanya keterlambatan pembayaran angsuran selama pembayaran kredit.

Saat ini banyak orang yang telah menganggap denda ini merupakan suatu hal yang wajar. Padahal, dari sudut pandang Syariat Islam itu sendiri, denda semacam ini merupakan hal yang terlarang. Dan merupakan bagian dari riba yang jelas-jelas merupakan maksiat dan dilarang dalam ajaran Agama Islam.

Konsep Tanpa Akad Bermasalah

Yang terakhir carilah pengembang properti yang menerapkan konsep tanpa akad bermasalah. Seringkali masyarakat sebagai calon pembeli properti tidak memahami tentang kejelasan akad yang mereka lakukan ketika mereka hendak melakukan jual beli properti. Sebagai contoh adanya suatu barang agunan yang terjadi dalam transaksi kredit.  Hal ini sangat umum terjadi pada transaksi kredit pemilikan properti konvensional. Barang yang diagunkan merupakan properti yang ditransaksikan. Padahal dalam Ajaran Islam, hal yang seperti ini dilarang dan menyebabkan akad menjadi bathil. Sedangkan pada transaksi kredit syariah, kejelasan akad menjadi hal yang penting untuk diketahui agar akad transaksi terbebas dari masalah.

Maka juga Anda ingin membeli rumah dengan metode syariah, carilah pengembang atau developer properti yang mengedapankan syariah. Jangan sampai Anda terjerumus dalam Riba saat membangun rumah yang dapat menyebabkan Anda melanggar hukum Islam.

Selain mempertimbangkan cara membangun rumah sesuai syariah di atas, Anda juga harus mempertimbangkan aturan lain saat membangun rumah sesuai syariah, seperti :

  1. Carilah tetangga yang Baik

Ketika anda ingin membangun rumah, bangunlah rumah di antara tetangga yang baik. Karena jika tetangga Anda tidak baik, maka hidup anda akan merasa kurang nyaman. Tetangga yang kurang baik seperti preman, pezina, atau pemabuk.

  1. Rumah Cukup Luas (Tidak Terlalu Sempit)

Rumah yang terlalu luas, akan cenderung menghasilkan rumah mewah. Sehingga kebanyakan rumah mewah tidak akan mengenal tetangganya. Karena jarak antara rumah tetangga sangat jauh dan terkadang terhalang tembok pembatas rumah. Tapi membangun rumah juga sebaknya tidak terlalu sempit, karena jika terlalu sempit akan membuat Anda tidak betah di rumah. Dan membuat Anda sering keluar rumah untuk bertemu dengan tetangga dan terkadang menghabiskan waktu bersama tentangga hanya untuk menggosip. Luas rumah yang ideal, sekitar 100-200 m2.

  1. Jangan Membangun Rumah Megah

Dalam membangun rumah yang sesuai syariah, janganlah membangun rumah terlalu mewah sehingga sangat terlihat bahwa Anda bermegah-megahan. Bermegah-megahan dan bermewah-mewahan merupakan hal yang tidak disukai Allah, maka bangunlah rumah yang sederhana.

  1. Buatlah Rumah yang Baik

Rumah yang baik merupakan rumah yang sehat. Yaitu dengan adanya jendela cukup sehingga sinar matahari bisa masuk dan membuat rumah tidak lembab. Dengan adanya sinar matahari yang masuk juga bisa menghemat listrik pada siang hari tanpa perlu menyalakan lampu. Selain itu ventilasi saat membangun rumah juga harus baik sehingga udara segar bisa masuk ke dalam rumah. Saat membangun rumah jarak antara lantai dan atap rumah sebaiknya agak tinggi (minimal 2,5 meter) sehingga rumah tidak terlalu panas.

  1. WC Jangan Mengarah/Membelakangi Kiblat

Usahakan saat Anda membangun rumah anda, arahkan ke kiblat. Jika tidak, sebaiknya tempat Anda shalat tidak mengarah ke WC. Usahakan saat membangun rumah ada shower atau kran air. Sehingga Anda bisa mandi/wudlu dengan lebih sempurna dengan air yang mengalir. Dan yang terpenting sebaiknya tempat untuk wudlu dipisah dengan WC. Sehingga Anda dapat leluasa membaca doa sebelum dan sesudah wudlu.

6. Rumah Harus Bersih

Rumah yang kotor dapat mengundang berbagai penyakit. Oleh karena itu rumah Anda harus bersih dan mudah untuk dibersihkan. Karena kebersihan merupakan sebagian dari iman.

  1. Jangan Menaruh Patung di dalam Rumah

Sebaiknya saat membangun rumah Anda tidak menaruh patung di dalamnya, karena patung bisa menjerumus kemusyrikan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email anda tidak akan dipublikasikan. *Wajib diisi